Kamis, 06 Desember 2018

POLA PIKIR MANUSIA


Ka’bah berbentuk kubus dengan panjang sisi sekitar 10 meter. Masing-masing di lingkungan kita tidak pasti apakah itu benar-benar menghadap kiblat atau tidak, karena sebelum dibangun masjid harus diukur terlebih dahulu dimana sudut yang mengarah pada kiblat dan membutuhkan ketelitian. Manusia tidaklah sempurna sehingga bisa saja ada kemungkinan mereka salah mengukur. Oleh karena itu ketika kita sholat lebih baik ditambahkan niat menghadap kiblat karena terkadang ada beberapa orang yang melewatkan niat menghadap kiblat.
Mengubah pola pikir itu dilakukan secara terus-menerus. Jangan memaksakan kehendak kepada orang lain karena kita sendiri yang akan merasa rugi. Seperti dalam contoh jika kita mengajak teman unntuk sholat tahajud namun teman kita masih nyaman dalam tidurnya karena kelelahan sebaiknya kita tidak usah mengusiknya biarkan dia beristirahat setelah melewati hari yang panjang. Terlalu kasian jika dibangunkan dan mungkin bisa saja teman kita akan marah kepada kita karena mengusik istirahatnya. Selain itu islam juga tidak mengajarkan untuk memaksa.
Kita harus saling menghargai, salling menghormati, saling mencintai, dan sebagainya. Semua manusia memiliki kedudukan yang sejajar tidak ada senioritas ataupun superioritas. Wanita dan pria itu sama saja. Contohnya pada burung gagak yang sudah mengawasi manusia sejak masa Nabi Muhammad SAW. Dia menyaksikan bagaimana kehidupan sehari-hari. Banyak yang percaya jika rumahnya dikelilingi oleh burung gagak bisa ditandakan bahwa dalam waktu dekat akan ada yang meninggal. Banyak masyarakat yang masih percaya akan hal-hal tersebut namun itu memang ada benarnya. Burung gagak memiliki hukum sendiri diamana burung gagak memakan burung gagak sendiri. Oleh karena itu burung gagak selalu mengawasi gerak-gerik manusia terkadang tertawa dengan perilaku manusia yang aneh bagi mereka.
Banyak orang yang mengatakan bahwa Nabi itu buta huruf. Sebenarnya Nabi dikatakan buta huruf karena sumber informasi yang Nabi peroleh adalah turun langsung dari Tuhan sehingga hal tersebut belum terinterpensi dan belum terkontaminasi dengan huruf-huruf atau campur tangan huruf-huruf yang ada di dunia. Jika berbicara masalah dagang ya Nabi bisa. Buktinya saja Nabi diutus untuk berdagang dagangan dari khodijah dan dapat berkembang dengan baik. Ketika Nabi mendapat wahyu melewati malaikat Jibril untuk membacakan kalimat  yang diucapkan oleh malaikat Jibril yaitu dengan mengucap “iqro’ bismi robbikallazii kholaq” Nabi menjawab bahwa “aku bukan orang yang pandai membaca”. Kemudian Nabi dirangkul olek malaikat Jibril dan menuntunnya untuk “iqro’ bismi robbikallazii kholaq”. Setelah itu Nabi mulai memahami cara membacanya. Hal ini memberikan pelajaran bagi kita bahwa Nabi saja tidak merasa dirinya pandai dalam membaca Al-Qur’an. Namun banyak orang yang menyombongkan diri karena bacaan Qur’annya bagus.
 ketika Nabi melihat ada seorang ibu-ibu yang sedang hamil yang sedang melakukan ibadah sholat. Nabi melihat ibu hamil tersebut seperti kesusahan saat melakukan ibadah sholat. Nabi menunggui ibu hamil tersebut sampai sholatnya selesai. Selesai sholat Nabi mendekati ibu hamil tersebut. Nabi menanyakan kenapa ibu tersebut ngoyo banget dalam beribadah. Ibu tersebut menjawab bahwa dia berusaha menunaikan kewajibannya. Tapi Nabi menjawab bahwa beliau tahu, namun tidak perlu ngoyo seperti itu jika ibu hamil itu merasa kesusahan berdiri saat sholat. . Kecuali memang ingin diniati untuk tirakat sendiri karena ingin sehat badannya. Tuhan tidak ingin mempersulit hambanya dalam beribadah. Jika memang dirasa susah untuk berdiri saat sholat, kita bisa melaksanakan sholat dengan duduk. Jika duduk dirasa masih  tidak bisa maka dapat dilakukan dengan tidur. Contoh lain saat dalam berjalanan jauh dan kita naik kendaraan umum seperti kereta apa/pesawat kita bisa melakukan ibadah sholat dengan duduk tidak perlu berdiri.
Selanjutnya berbicara tentang ilmu, jika suatu ilmu tidak dipelajari atau tidak pernah dipakai maka lama kelamaan akan hilang dengan sendirinya. Lama kelamaan ilmu tersebut akan terkikis atau hilang tanpa kita sadari. Tirakat dilakukan karena ingin menjadi orang yang kuat. Namun tidak boleh menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk menilai orang lain. Hal itu sangat dilarang.