Ka’bah berbentuk kubus dengan panjang sisi sekitar 10
meter. Masing-masing di lingkungan kita tidak pasti apakah itu benar-benar
menghadap kiblat atau tidak, karena sebelum dibangun masjid harus diukur
terlebih dahulu dimana sudut yang mengarah pada kiblat dan membutuhkan
ketelitian. Manusia tidaklah sempurna sehingga bisa saja ada kemungkinan mereka
salah mengukur. Oleh karena itu ketika kita sholat lebih baik ditambahkan niat
menghadap kiblat karena terkadang ada beberapa orang yang melewatkan niat menghadap
kiblat.
Mengubah pola pikir itu dilakukan secara terus-menerus.
Jangan memaksakan kehendak kepada orang lain karena kita sendiri yang akan
merasa rugi. Seperti dalam contoh jika kita mengajak teman unntuk sholat
tahajud namun teman kita masih nyaman dalam tidurnya karena kelelahan sebaiknya
kita tidak usah mengusiknya biarkan dia beristirahat setelah melewati hari yang
panjang. Terlalu kasian jika dibangunkan dan mungkin bisa saja teman kita akan
marah kepada kita karena mengusik istirahatnya. Selain itu islam juga tidak mengajarkan
untuk memaksa.
Kita harus saling menghargai, salling menghormati, saling
mencintai, dan sebagainya. Semua manusia memiliki kedudukan yang sejajar tidak
ada senioritas ataupun superioritas. Wanita dan pria itu sama saja. Contohnya
pada burung gagak yang sudah mengawasi manusia sejak masa Nabi Muhammad SAW.
Dia menyaksikan bagaimana kehidupan sehari-hari. Banyak yang percaya jika
rumahnya dikelilingi oleh burung gagak bisa ditandakan bahwa dalam waktu dekat
akan ada yang meninggal. Banyak masyarakat yang masih percaya akan hal-hal
tersebut namun itu memang ada benarnya. Burung gagak memiliki hukum sendiri diamana
burung gagak memakan burung gagak sendiri. Oleh karena itu burung gagak selalu
mengawasi gerak-gerik manusia terkadang tertawa dengan perilaku manusia yang
aneh bagi mereka.
Banyak orang yang mengatakan bahwa Nabi itu buta huruf.
Sebenarnya Nabi dikatakan buta huruf karena sumber informasi yang Nabi peroleh
adalah turun langsung dari Tuhan sehingga hal tersebut belum terinterpensi dan
belum terkontaminasi dengan huruf-huruf atau campur tangan huruf-huruf yang ada
di dunia. Jika berbicara masalah dagang ya Nabi bisa. Buktinya saja Nabi diutus
untuk berdagang dagangan dari khodijah dan dapat berkembang dengan baik. Ketika
Nabi mendapat wahyu melewati malaikat Jibril untuk membacakan kalimat yang diucapkan oleh malaikat Jibril yaitu
dengan mengucap “iqro’ bismi robbikallazii kholaq” Nabi menjawab bahwa “aku
bukan orang yang pandai membaca”. Kemudian Nabi dirangkul olek malaikat Jibril
dan menuntunnya untuk “iqro’ bismi robbikallazii kholaq”. Setelah itu Nabi
mulai memahami cara membacanya. Hal ini memberikan pelajaran bagi kita bahwa
Nabi saja tidak merasa dirinya pandai dalam membaca Al-Qur’an. Namun banyak
orang yang menyombongkan diri karena bacaan Qur’annya bagus.
ketika Nabi
melihat ada seorang ibu-ibu yang sedang hamil yang sedang melakukan ibadah
sholat. Nabi melihat ibu hamil tersebut seperti kesusahan saat melakukan ibadah
sholat. Nabi menunggui ibu hamil tersebut sampai sholatnya selesai. Selesai
sholat Nabi mendekati ibu hamil tersebut. Nabi menanyakan kenapa ibu tersebut
ngoyo banget dalam beribadah. Ibu tersebut menjawab bahwa dia berusaha
menunaikan kewajibannya. Tapi Nabi menjawab bahwa beliau tahu, namun tidak
perlu ngoyo seperti itu jika ibu hamil itu merasa kesusahan berdiri saat
sholat. . Kecuali memang ingin diniati untuk tirakat sendiri karena ingin sehat
badannya. Tuhan tidak ingin mempersulit hambanya dalam beribadah. Jika memang
dirasa susah untuk berdiri saat sholat, kita bisa melaksanakan sholat dengan
duduk. Jika duduk dirasa masih tidak
bisa maka dapat dilakukan dengan tidur. Contoh lain saat dalam berjalanan jauh
dan kita naik kendaraan umum seperti kereta apa/pesawat kita bisa melakukan
ibadah sholat dengan duduk tidak perlu berdiri.
Selanjutnya berbicara tentang ilmu, jika suatu ilmu tidak
dipelajari atau tidak pernah dipakai maka lama kelamaan akan hilang dengan
sendirinya. Lama kelamaan ilmu tersebut akan terkikis atau hilang tanpa kita
sadari. Tirakat dilakukan karena ingin menjadi orang yang kuat. Namun tidak
boleh menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk menilai orang lain. Hal itu
sangat dilarang.